News  

‎Dua Petani Disambar Petir Saat Pulang dari Sawah di Aceh Utara, Satu Meninggal Dunia

‎ACEH UTARA | Dua petani menjadi korban sambaran petir saat berjalan pulang dari persawahan di Gampong Tutong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Minggu (16/8/2026) sore.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Serambinews.com, peristiwa terjadi sekitar pukul 17.15 WIB, ketika kawasan tersebut diguyur hujan deras yang disertai angin kencang dan petir.

Akibat kejadian itu, satu korban meninggal dunia di lokasi, sedangkan satu korban lainnya harus mendapat perawatan medis.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto MH melalui Kapolsek Tanah Luas Ipda Marzuki MH CPM mengatakan, kedua korban yakni Hafnidar (53) dan Aminah (57). Keduanya merupakan warga Gampong Tutong dan berprofesi sebagai petani.

Saat kejadian, Hafnidar dan Aminah bersama tiga warga lainnya sedang berjalan menyusuri pematang sawah setelah selesai menanam padi.

Sebelumnya, mereka masih berada di area persawahan ketika hujan deras tiba-tiba turun disertai angin kencang dan petir. Mereka kemudian memutuskan meninggalkan sawah dan pulang.

‎Namun, saat berada di tengah area persawahan, petir menyambar dan mengenai Hafnidar serta Aminah.

“Setelah tersambar petir, korban Hafnidar tidak sadarkan diri. Sementara Aminah sempat meminta pertolongan kepada warga,” ujar Ipda Marzuki.

Hafnidar mengalami luka akibat sambaran petir dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Aminah masih dalam kondisi sadar, tetapi mengalami kesulitan berjalan karena kedua tangan dan kakinya terasa kebas.

Tiga warga lainnya yang berada bersama korban dilaporkan selamat.

Mengetahui kejadian tersebut, Samsul Bahri (52) dan Abdul Samad (64) kemudian meminta bantuan warga untuk mengevakuasi kedua korban dari area persawahan.

Evakuasi dilakukan menggunakan peralatan seadanya. Karena lokasi kejadian tidak dapat dilalui ambulans, Hafnidar kemudian dibawa pulang menggunakan becak.

Sementara Aminah dievakuasi menggunakan ambulans menuju puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Tanah Luas bersama personel kepolisian mendatangi lokasi kejadian. Polisi juga berkoordinasi dengan perangkat gampong dan keluarga korban serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Pihak keluarga korban juga membuat surat pernyataan penolakan terhadap visum dan autopsi.

Kapolsek Tanah Luas mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya di area terbuka seperti persawahan saat cuaca buruk.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera mencari tempat yang aman dan menghindari area terbuka apabila terjadi hujan disertai petir,” imbau Ipda Marzuki.

‎Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama para petani, agar tidak mengabaikan kondisi cuaca.

Ketika hujan deras mulai disertai petir dan angin kencang, masyarakat diimbau segera menghentikan aktivitas di area terbuka dan mencari tempat yang lebih aman.***

Sumber : Serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *