ACEH UTARA | Operasi pencarian terhadap Muhammad Ilham (17), remaja asal Gampong Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang dilaporkan hilang di kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase, resmi dihentikan pada Senin (29/6/2026) sore setelah berlangsung selama 10 hari.
Keputusan penghentian operasi diambil setelah tim gabungan yang terdiri dari BPBD Aceh Utara, Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat melakukan penyisiran secara intensif di sepanjang aliran sungai, kawasan hutan, hingga jalur menuju lokasi wisata. Meski berbagai upaya telah dilakukan, korban belum berhasil ditemukan.
Geuchik Gampong Meunasah Rayeuk LB, Zulfikar, mengatakan keluarga korban kini mulai pasrah setelah mengikuti proses pencarian sejak hari pertama.
“Sejak awal keluarga korban ikut melakukan pencarian dan menginap di lokasi selama beberapa hari. Namun sampai pencarian dihentikan, Muhammad Ilham belum juga ditemukan,” ujarnya.
Menurut Zulfikar, keluarga korban akhirnya kembali ke rumah pada Minggu (28/6/2026) karena kondisi kesehatan mereka mulai menurun setelah berhari-hari berada di lokasi pencarian.
“Kemarin keluarga korban pulang ke rumah karena kondisinya juga sedang sakit. Mereka sudah melihat langsung bagaimana beratnya medan pencarian dan sudah berusaha semaksimal mungkin,” katanya.
Ia menjelaskan, kawasan Air Terjun Tujuh Bidadari memiliki medan yang sangat sulit dengan jalur berupa tanjakan terjal, hutan lebat, serta aliran Krueng Suak yang debit airnya meningkat setiap kali hujan turun.
“Kondisi sungai semakin deras setelah hujan sehingga menyulitkan proses pencarian. Medannya memang sangat berat,” ujarnya.
Selama operasi berlangsung, tim gabungan menggunakan kendaraan berpenggerak ganda (double cabin) dan kendaraan jenis SUV untuk mengangkut personel, logistik, serta peralatan hingga titik terdekat dengan lokasi pencarian. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri hutan dan aliran sungai.
Seiring berakhirnya operasi pencarian, seluruh personel BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta para relawan yang terlibat telah kembali ke satuan dan instansi masing-masing.
Sementara itu, Ketua Forum Keuchik Kecamatan Lhoksukon, Ridwan, mengatakan pihaknya turut menyalurkan bantuan berupa sembako kepada keluarga korban dan tim gabungan yang bertugas di lapangan.
“Bantuan berupa sembako kami kumpulkan dari para keuchik di Kecamatan Lhoksukon sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban dan tim yang bertugas di lapangan. Bantuan itu kami antar langsung menggunakan mobil ke lokasi pencarian,” katanya.
Ridwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah terlibat dalam operasi pencarian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu pencarian sejak hari pertama. Semoga segala upaya yang telah dilakukan menjadi amal ibadah,” ujarnya.
Muhammad Ilham dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/6/2026) setelah berangkat menuju Air Terjun Tujuh Bidadari bersama rekannya, Muhammad Dzuhdi (19). Keduanya merupakan santri dari dua dayah berbeda di Aceh Utara.
Dalam operasi pencarian, Muhammad Dzuhdi ditemukan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) di aliran Krueng Suak, sekitar 200 meter dari jalur menuju lokasi wisata. Sementara Muhammad Ilham hingga operasi pencarian resmi dihentikan masih belum berhasil ditemukan.
Berita ini dikutip dan juga telah dipublikasikan oleh Media serambinews.com sebagai bagian dari informasi kepada masyarakat.
Sumber : Serambinews.com












