News  

Antrean Panjang BBM di SPBU Kembali Terjadi di Aceh, Pertamina Klaim Stok Tetap Aman

LHOKSEUMAWE | Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih mewarnai beberapa wilayah di Aceh dalam sepekan terakhir. Kondisi ini terjadi di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, hingga Pidie.

‎Pantauan di lapangan menunjukkan antrean didominasi truk angkutan barang dan sepeda motor. Bahkan, barisan kendaraan mengular hingga ke badan Jalan Nasional, mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Di Kota Lhokseumawe, antrean terlihat di SPBU Cunda dan SPBU Blang Panyang. Sementara di Aceh Utara, kondisi serupa terjadi di SPBU Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Aron, serta SPBU Blang Peuria, Kecamatan Samudera.

Panjang antrean membuat sebagian kendaraan terpaksa menunggu di badan jalan, sehingga ruas Jalan Nasional Medan–Banda Aceh di sejumlah titik menjadi lebih sempit. Pengendara yang melintas harus memperlambat laju kendaraan dan bergantian melintas, terutama saat antrean didominasi kendaraan bertonase besar.

‎Sejumlah warga menduga antrean dipicu keterlambatan distribusi BBM ke beberapa SPBU di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara. Menurut mereka, pasokan BBM sempat terlambat selama beberapa hari sehingga stok di sejumlah SPBU sempat kosong.

Salah seorang warga mengaku distribusi BBM tidak masuk selama dua hari terakhir. Kondisi tersebut memicu penumpukan kendaraan saat pasokan kembali tiba di SPBU.

Pertamina : Stok BBM Tetap Aman

Menanggapi kondisi tersebut, Area Manager Communication, Relation, dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa ketersediaan BBM secara umum masih dalam kondisi aman.

‎Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir distribusi BBM dari Fuel Terminal Medan Group menuju sejumlah wilayah layanan di Aceh mengalami penyesuaian operasional. Wilayah yang terdampak meliputi Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Kota Subulussalam, hingga Kabupaten Aceh Singkil.

Akibat penyesuaian tersebut, penyaluran BBM ke beberapa SPBU dilakukan secara bertahap.

“Stok BBM pada prinsipnya dalam kondisi aman. Saat ini Pertamina terus melakukan berbagai langkah percepatan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Fahrougi.

Untuk mempercepat normalisasi distribusi, Pertamina mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam setiap hari. Penyaluran Biosolar di wilayah Aceh juga ditingkatkan hingga 10 persen sepanjang Juli 2026.

Selain itu, Pertamina menambah 15 unit mobil tangki beserta 30 awak guna mempercepat pengiriman BBM ke berbagai daerah. Sejak 12 Juli 2026, perusahaan juga menerapkan skema Regular-Alternate-Emergency (RAE) melalui pengalihan suplai dari Integrated Terminal Lhokseumawe untuk memperkuat distribusi BBM di sejumlah wilayah Aceh.

‎Pertamina optimistis pelayanan di SPBU akan kembali normal secara bertahap dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat pun diimbau tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan pembelian berlebihan maupun penimbunan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan maupun penimbunan. Pertamina berkomitmen untuk terus mengoptimalkan distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi dengan baik,” tutup Fahrougi.

Sumber : Serambinews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *