News  

Jembatan Bailey Tak Lagi Berfungsi, Warga Aceh Utara Patungan Rp. 50 Juta Bangun Jembatan Apung

‎ACEH UTARA | Sejumlah warga melintas dengan sepeda motor di atas jembatan kayu menghubungkan Desa Gunci dan Desa Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Minggu (1/6/2026).

‎Jembatan apung sepanjang 100 meter itu menjadi urat nadi transportasi utama di pedalaman pascabanjir 26 November 2025 lalu.

Sejumlah masyarakat dari Desa Gunci, Kubu, Lhok Cut dan Desa Blang Cut, Kecamatan Sawang pun patungan membangun jembatan kayu itu.

‎Jembatan ini dibangun dengan pola apung. Warga memasang drum di bagian bawah kayu, sehingga, saat banjir, drum itu ikut terangkat.

Namun, jembatan ini tidak hanyut terbawa banjir karena dari ujung ke ujung jembatan bagian bawah dipasangi sling.

Butuh Rp. 50 juta lebih dana untuk membangun jembatan berkonstruksi kayu itu.

Uang ini merupakan hasil patungan warga. Tidak ada patokan berapa rupiah per warga. Ada yang menyumbang Rp. 100.000, ada juga yang Rp. 20.000.

Selama ini, mereka membangun rakit penyeberangan dari bambu. Saat banjir, rakit ini ikut terbawa arus, bahkan sebagian hancur.

Saat banjir atau debit sungai (krueng) Sawang tinggi, rakit itu hancur. Lalu, muncullah ide membuat jembatan apung.

Hanya saja, jembatan ini baru bisa dilalui sepeda motor.

Keuchik (Kepala Desa) Gunci, Fazir Ramli menyebutkan, empat desa menggunakan jembatan itu untuk menuju pusat kota di kecamatan Sawang.

‎“Solusi jangka pendek, agar lalu lintas normal kembali. Walau hanya bisa untuk sepeda motor,” kata dia.

Sebelumnya, Mabes Polri membangun jembatan bailey di lokasi itu. Namun, saat banjir, jembatan itu rusak dan miring, sehingga tak bisa digunakan lagi.

‎Ini pula yang membuat warga patungan membangun jembatan berbahan kayu dengan konsep apung.

Percepat pembangunan Koordinator Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana (Satgas Galapana) DPR RI Aceh, TA Khalid menyebutkan, jembatan di daerah itu sangat penting untuk masyarakat pedalaman Kabupaten Aceh Utara.

‎Ia sudah meninjau langsung lokasi jembatan itu bersama tim Kementerian Pekerjaan Umum RI.

‎Dia menyebutkan, Menteri PU Dody Hanggodo sepakat mempercepat pembangunan jembatan permanen di daerah tersebut, dari awalnya selesai pada 2027 menjadi 2026.

“Desain jembatan dan lain sebagainya mulai dikerjakan tahun ini. Kita harap, bisa mulai pengerjaan tahun ini,” kata dia.

‎Dia juga meminta pengerjaan jembatan permanen ini bersamaan dengan pemulihan tebing sungai.

“Harus tahan lama umur jembatan, karena urat nadi masyarakat,” ucap dia.

 

Sumber : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *