News  

Breaking News! Melerai Kericuhan Laga Sepak Bola, Wartawan Aceh Utara Diduga Jadi Korban Pemukulan Dua Oknum TNI di Lapangan Bumigas Tanah Luas

ACEH UTARA | Pertandingan sepak bola di Lapangan Bumigas Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, berujung ricuh pada Kamis petang (27/8/2026).

‎Seorang wartawan yang juga Ketua Pemuda Gampong Ampeh, Haiqal, diduga menjadi korban pemukulan oleh dua oknum anggota Koramil 10 Tanah Luas berinisial ( Sertu H dan Sertu J ).

‎Kericuhan terjadi setelah pertandingan antara kesebelasan Gampong Ampeh dan Gampong Trieng berakhir.

‎Berdasarkan laporan awal yang diterima Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe, salah seorang pemain Gampong Trieng diduga melakukan selebrasi yang dinilai memprovokasi pendukung Gampong Ampeh.

‎Aksi tersebut memicu ketegangan. Sejumlah suporter Gampong Ampeh kemudian mencoba menegur pemain bersangkutan hingga situasi di sekitar lapangan semakin memanas.

Haiqal yang berada di lokasi kemudian berupaya meredakan situasi dan melerai keributan. Namun, di tengah kekacauan tersebut, ia justru diduga terkena pukulan dari dua oknum prajurit TNI berinisial ( Sertu H dan Sertu J ) yang disebut merupakan anggota Koramil 10 Tanah Luas.

“Telah terjadi kericuhan di lapangan bolakaki Bumigas Blang Jruen Kecamatan Tanah Luas antara kesebelasan Gampong Ampeh vs Gampong Trieng. Setelah selesai pertandingan, salah satu pemain dari Gp. Trieng melakukan selebrasi provokasi di depan supporter Gp. Ampeh yang menyebabkan supporter Ampeh marah dan mencoba menegur sang pemain. Ketua pemuda Gp. Ampeh Haiqal mencoba melerai terjadi kericuhan besar yang mengakibatkan Haiqal terkena pukulan oleh dua oknum tentara dari Koramil 10 Tanah Luas (berinisial Sertu H dan Sertu J ),” demikian bunyi laporan Ketua PWI Kota Lhokseumawe, Sayuti Achmad.

‎Akibat kejadian tersebut, Haiqal mengalami sesak napas. Ia sempat mendapat penanganan di puskesmas setempat sebelum kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe untuk menjalani perawatan medis.

Meski laporan awal menyebut Haiqal berada di lokasi dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pemuda Gampong Ampeh untuk membantu meredakan keributan, insiden tersebut turut menjadi perhatian kalangan insan pers mengingat korban juga berprofesi sebagai wartawan.

Muspika Tanah Luas Dalami Kericuhan

Jajaran Muspika Tanah Luas dilaporkan telah turun tangan untuk mendalami insiden tersebut. Pihak kecamatan disebut tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak guna memastikan rangkaian kejadian dan menyusun kronologi resmi.

Kronologi tersebut nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai penyebab kericuhan serta kejadian yang menimpa Haiqal.

‎Sementara itu, Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin, didampingi Wakil Ketua Bidang Advokasi Wartawan, Azhari, menyampaikan keprihatinan atas insiden tersebut.

‎PWI Aceh menegaskan bahwa tindakan kekerasan oleh aparat keamanan terhadap masyarakat maupun wartawan tidak dapat dibenarkan dan harus ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

PWI Aceh saat ini masih menunggu keterangan resmi dan kronologi lengkap dari pihak-pihak terkait sebelum mengambil langkah lebih lanjut atas kasus tersebut.***

Sumber : Infonanggroe.com

Exit mobile version