News  

Cuaca Ekstrem! Angin Kencang dan Hujan Deras Terjang Cot Girek Aceh Utara, Belasan Bangunan Rusak

ACEH UTARA | Angin kencang disertai hujan deras menerjang sejumlah gampong di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sedikitnya 12 rumah, dua warung, satu kios, serta Kantor Afdeling VII PTPN IV Regional 6 Cot Girek mengalami kerusakan. Sebagian bangunan bahkan dilaporkan roboh.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto, S.H., M.H., melalui Kapolsek Cot Girek Iptu Ade Syahputra, S.H., M.H., mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan sementara petugas di lapangan.

“Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, warga mengalami kerugian materiel akibat kerusakan rumah dan bangunan,” kata Iptu Ade Syahputra berdasarkan laporan kejadian.

Selain bangunan, dua tiang listrik juga tumbang di Gampong Seuneubok Baro akibat diterjang angin kencang.

Kerusakan tersebar di sejumlah wilayah, yakni Gampong Seuneubok Baro, Cempedak, Ulee Gampong, dan Batu XII.

Di Gampong Seuneubok Baro, rumah milik Hamzah (51) mengalami kerusakan pada bagian atap dengan estimasi kerugian sekitar Rp 5 juta.

Sementara di Gampong Cempedak, kios milik Joni Iskandar (33) juga mengalami kerusakan pada bagian atap. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 10 juta.

Kerusakan cukup banyak tercatat di Gampong Ulee Gampong. Rumah milik Nurhayati (45), Muhammad Nasir (40), Saipul Bahri (42), Rosmaidar (43), dan Siti Nurmala Sari (29) mengalami kerusakan pada bagian atap.

Rumah Zainal Abidin (37) mengalami kerusakan pada bagian atap teras. Sedangkan dapur rumah milik Nuraini (46) turut terdampak.

Di Gampong Batu XII, rumah milik Nurmadia (50) dan Anwar (40) mengalami kerusakan pada bagian atap. Ruko milik Rahmad Hidayat (45) juga terdampak.

Dua warung milik M. Wali (45) dan Rizwan (39) turut mengalami kerusakan pada bagian atap.

Kantor Afdeling VII PTPN IV Regional 6 Cot Girek juga tak luput dari terjangan angin. Bagian atap bangunan mengalami kerusakan dan sebagian bangunan dilaporkan roboh. Kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 50 juta.

‎Berdasarkan pendataan sementara, total kerugian materiel akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp 115 juta.

Pasca-kejadian, petugas PLN ULP Lhoksukon telah mendatangi lokasi tumbangnya dua tiang listrik di Gampong Seuneubok Baro untuk melakukan penanganan.

Tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi. Warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing.

Hingga laporan ini dibuat, pihak kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan di sejumlah lokasi terdampak untuk memastikan kondisi di lapangan serta mengantisipasi kemungkinan adanya kerusakan tambahan.***

Sumber : Pasesatu.com

Exit mobile version