News  

Wali Nanggroe Terima Kapolda Aceh, Bahas Penanganan Bencana hingga Stabilitas Ekonomi

BANDA ACEH | Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haythar menerima kunjungan kerja Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Selasa (10/3/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis mulai dari penanganan bencana alam, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pemberantasan narkotika, hingga antisipasi dampak sosial-ekonomi akibat dinamika global.

Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, mengatakan Kapolda Aceh hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Aceh, di antaranya Wakapolda Aceh Brigjen Pol Ari Wahyu Widodo, Irwasda Polda Aceh Kombes Pol Djoko Susilo, Dirintelkam Polda Aceh Kombes Pol Said Anna Fauza, serta Staf Ahli Kapolda Aceh Dr. Nurlis Effendi.

Sementara Wali Nanggroe turut didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq.

Dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe menegaskan pentingnya penanganan korban bencana dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Menurutnya, masyarakat terdampak harus mendapat perlindungan maksimal, termasuk penyediaan hunian sementara, bantuan kebutuhan pokok, hingga percepatan pembangunan hunian tetap.

“Kita ingin proses pemulihan berjalan pasti sehingga masyarakat bisa segera kembali hidup normal,” ujar Malik Mahmud.

Selain itu, Wali Nanggroe Aceh juga menyoroti pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor guna menjaga stabilitas harga dan kelancaran distribusi bahan kebutuhan pokok, terutama menjelang dan setelah Idulfitri.

‎Ia turut menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya kasus perdagangan manusia yang menimpa perempuan muda asal Aceh melalui jalur pekerjaan ilegal ke luar negeri.

Sementara itu, Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah menegaskan aparat keamanan bersama pemerintah terus memperkuat respons kebencanaan, termasuk membuka akses ke wilayah terdampak, mendistribusikan logistik, serta menjaga keamanan selama masa pemulihan.

‎“Langkah-langkah penanganan terus kami intensifkan agar masyarakat terdampak mendapatkan bantuan secara maksimal,” kata Kapolda Aceh.

Ia menyebutkan pemerintah juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar dan bantuan uang tunggu bagi korban sembari menunggu pembangunan hunian tetap selesai.

Dalam pembahasan lain, Kapolda menilai tekanan ekonomi pascabencana dapat memicu meningkatnya kerentanan sosial dan risiko kriminalitas.

‎Karena itu, Polda Aceh berkomitmen memperkuat pengawasan, patroli rutin, serta penegakan hukum secara profesional demi menjaga stabilitas kamtibmas di seluruh wilayah Aceh.

‎“Pendekatan pembinaan kepada masyarakat juga terus kami kedepankan,” ujarnya.

Pemberantasan peredaran narkotika juga menjadi perhatian serius, khususnya di kawasan perkotaan.

Kapolda menegaskan upaya pencegahan dan penindakan akan diperkuat melalui koordinasi erat antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Selain itu, pengawasan terhadap jaringan perekrut tenaga kerja ilegal juga akan diperketat guna meningkatkan perlindungan masyarakat Aceh dari praktik perdagangan manusia.

Pertemuan tersebut turut membahas dampak dinamika global terhadap ekonomi nasional dan daerah, termasuk potensi kenaikan harga energi dunia yang dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok di Aceh.

Sebagai tindak lanjut, instansi terkait akan meningkatkan koordinasi lintas sektor untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan langkah penanganan berjalan efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *