Aceh, News  

Breaking News! Maulid Nabi di Gampong Sagoe Pidie Ricuh Usai Penurunan Bendera Bulan Bintang, Dua Warga Terluka

PIDIE | Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Sagoe, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Rabu (14/10/2026), berakhir ricuh setelah terjadi insiden penurunan bendera Bulan Bintang oleh aparat TNI di area masjid gampong setempat. Sedikitnya dua warga dilaporkan mengalami luka-luka dan mendapat perawatan di Puskesmas Laweung.

Insiden tersebut bermula dari penurunan sejumlah bendera Bulan Bintang yang terpasang di sekitar lokasi perayaan Maulid. Tindakan itu memicu ketegangan setelah sejumlah warga berupaya mempertahankan bendera agar tidak diturunkan.

Keuchik Gampong Sagoe, Subki, membenarkan adanya warga yang terluka dalam peristiwa tersebut. Ia menyebutkan, dua warga masih menjalani perawatan di Puskesmas Laweung.

“Ada dua orang terluka dan hingga saat ini masih dirawat di Puskesmas Laweung. Satu harus dijahit di bagian kepala, satu lagi terkena pukulan benda tumpul di area wajah,” kata Subki kepada wartawan, Rabu (14/10/2026).

Berawal dari Penurunan Bendera

Salah seorang tokoh masyarakat Gampong Sagoe, Muhammad Jawahir, yang mengaku berada di lokasi saat kejadian, memaparkan bahwa insiden bermula sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, sejumlah anggota Koramil setempat mendatangi lokasi perayaan Maulid dan menurunkan sebagian bendera Bulan Bintang yang terpasang di area masjid.

Menurut Jawahir, dirinya sempat mempertanyakan dasar penurunan bendera tersebut kepada aparat. Ia mengaku mendapat jawaban bahwa tindakan itu dilakukan atas perintah atasan.

“Saya kemudian meminta agar bendera dibiarkan berkibar hingga pukul 18.00 WIB dan diturunkan sendiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Setelah aparat meninggalkan lokasi, warga kembali menaikkan bendera yang sebelumnya diturunkan. Sekitar satu jam kemudian, sejumlah personel TNI yang disebut berasal dari satuan Artileri Medan (Armed) kembali mendatangi lokasi untuk melakukan negosiasi dengan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Jawahir mengaku menyampaikan bahwa masyarakat berpegang pada ketentuan hukum terkait bendera Bulan Bintang yang menurutnya telah disahkan oleh DPRA.

Ia mengatakan, pihak TNI meminta agar bendera diturunkan pada pukul 14.00 WIB, sedangkan masyarakat mengusulkan penurunan dilakukan keesokan paginya.

Setelah berkoordinasi dengan tokoh gampong dan warga, Jawahir menyebutkan bahwa masyarakat akhirnya bersedia menurunkan bendera setelah salat Asar.

Kesepakatan Berujung Ketegangan

Namun, menurut Jawahir, situasi kembali memanas setelah Dandim Pidie tiba di lokasi dan meminta seluruh bendera segera diturunkan.

‎“Tidak bisa, turunkan sekarang,” kata Jawahir, mengutip pernyataan Dandim saat berada di lokasi.

Jawahir mengaku bersama sejumlah tokoh masyarakat kembali berupaya bernegosiasi dengan Dandim untuk menjelaskan kesepakatan yang sebelumnya telah dicapai.

Akan tetapi, saat komunikasi berlangsung, beberapa truk Reo yang membawa personel TNI tiba di lokasi. Jawahir menyebutkan, personel tersebut kemudian menurunkan secara paksa bendera Bulan Bintang yang dipasang warga.

‎Situasi pun memanas ketika sejumlah warga berusaha menghalangi penurunan bendera. Jawahir mengaku turut mendatangi kerumunan untuk menenangkan warga agar tidak terjadi bentrokan.

Dalam keterangannya, ia mengaku terjatuh dan terinjak-injak di tengah kerumunan. Ia juga menuding sejumlah warga mengalami pemukulan oleh personel TNI serta mendapat ancaman agar tidak merekam kejadian tersebut.

Selain itu, Jawahir menyebutkan sejumlah papan bunga berisi ucapan selamat di lokasi perayaan turut dirusak.

Menunggu Klarifikasi TNI

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai kronologi kericuhan, dugaan kekerasan terhadap warga, dan kerusakan papan bunga masih berdasarkan keterangan pihak masyarakat.

Wartawan belum memperoleh keterangan resmi dari Kodim 0102/Pidie terkait penurunan bendera Bulan Bintang, dugaan tindakan kekerasan terhadap warga, maupun alasan yang melatar belakangi tindakan aparat di lokasi.

Keterangan dari pihak TNI diperlukan untuk memberikan gambaran yang utuh dan berimbang mengenai peristiwa yang terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Sagoe tersebut.***

Sumber : Dialeksis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *