News  

Tanggul Sungai Krueng Keureuto Jebol Sejak 2023, Warga Paya Beurandang Desak Pemerintah Segera Turun Tangan

ACEH UTARA | Pemerintah Gampong Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara, bersama personel Polsek Tanah Luas, Babinsa Koramil 10 Tanah Luas, dan masyarakat setempat, bergotong royong melakukan penanganan darurat tanggul Sungai Krueng Keureuto yang jebol akibat abrasi, Sabtu (31/10/2026).

Gotong royong tersebut dilakukan secara manual dengan menggunakan peralatan sederhana. Pemerintah gampong bersama aparat keamanan dan masyarakat memasukkan tanah ke dalam karung untuk dijadikan penahan sementara pada bagian tanggul yang mengalami kerusakan.

Upaya tersebut dilakukan guna mencegah kerusakan tanggul semakin meluas sekaligus mengantisipasi potensi luapan air sungai, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Geuchik Gampong Paya Beurandang, Juliandi, membenarkan kegiatan gotong royong tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam upaya penanganan darurat tanggul sungai.

Juliandi berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, pemerintah pusat, serta dinas terkait segera turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi tanggul dan mengambil langkah penanganan secara maksimal.

‎Menurutnya, kerusakan tanggul Sungai Krueng Keureuto telah menjadi persoalan serius bagi masyarakat setempat. Warga diliputi kekhawatiran setiap kali hujan deras turun, terlebih ketika debit air sungai meningkat dan berpotensi meluap ke kawasan permukiman.

Ia menjelaskan, persoalan abrasi dan kerusakan tanggul tersebut bukan baru terjadi. Kondisi itu disebut telah berlangsung sejak 2023 hingga sekarang, sementara penanganan permanen yang diharapkan masyarakat belum terealisasi secara maksimal.

Juliandi menegaskan, penanganan secara manual menggunakan karung berisi tanah hanya bersifat sementara dan tidak dapat menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Karena itu, diperlukan perhatian serius serta penanganan teknis dari instansi berwenang sesuai kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kapolsek Tanah Luas, Iptu Saiful Bahri, membenarkan bahwa sejumlah personel Polsek Tanah Luas turut turun langsung membantu kegiatan gotong royong bersama masyarakat dan Babinsa Koramil 10 Tanah Luas.

Keterlibatan personel TNI dan Polri tersebut merupakan bentuk sinergi bersama masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan yang berpotensi mengancam keselamatan warga.

Masyarakat Gampong Paya Beurandang berharap pemerintah segera melakukan peninjauan langsung, mengidentifikasi tingkat kerusakan tanggul, serta menentukan langkah teknis yang tepat untuk mengatasi persoalan tersebut.

Warga tidak hanya mengharapkan penanganan darurat, tetapi juga pembangunan dan perbaikan tanggul secara permanen agar risiko luapan air sungai dapat diminimalkan.

Mereka berharap persoalan yang telah berlangsung selama beberapa tahun tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun instansi terkait, sehingga masyarakat tidak terus-menerus dihantui kekhawatiran setiap kali hujan deras melanda.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan pemerintah gampong, jajaran Polsek Tanah Luas, Babinsa Koramil 10 Tanah Luas, dan masyarakat menjadi bukti pentingnya kebersamaan dalam menghadapi persoalan di lingkungan setempat.

Namun demikian, masyarakat berharap upaya tersebut segera diikuti langkah konkret pemerintah melalui penanganan permanen demi menjamin keselamatan warga dan mencegah dampak yang lebih besar akibat kerusakan tanggul Sungai Krueng Keureuto.***

Sumber : angkaranews.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *